Kamis, 11 Februari 2010

jp

Radar Kediri
[ Jum'at, 12 Februari 2010 ]
Dewan Ramai-Ramai Workshop ke Jogjakarta
Menginap di Hotel, Biaya Ratusan Juta KEDIRI- Gedung DPRD Kabupaten Kediri kemarin lengang. Semua anggotanya yang berjumlah 50 orang ramai-ramai ke Jogjakarta. Mereka mengikuti workshop peningkatan kapasitas hingga Sabtu (13/2).Informasi yang dihimpun Radar Kediri, mereka berangkat mulai pukul 08.00 dengan kendaraan pribadi. Rencananya, para anggota dewan itu akan menginap di Hotel Inna Garuda Jogjakarta. Agendanya berlangsung mulai kemarin hingga Sabtu (13/2) pukul 13.00 besok. Selama tiga hari, mereka akan mendapat materi seputar kedewanan dari Democratic Reform Support Programme (DRSP) yang dulu bernama Local Governance Support Programme (LGSP). Di antaranya mengenai kedudukan anggota DPRD, membaca cepat APBD, dan fungsi legislasi.Seperti biasa, pemilihan lokasi luar kota ini diduga dimaksudkan untuk menyiasati uang perjalanan dinas. Sebab, jika digelar di gedung dewan atau dalam kota, mereka tidak akan mendapatkannya. Sumber koran ini menyebut, dalam kegiatan itu, setiap anggota dewan mendapat jatah Rp 2,3 juta. Masing-masing meliputi uang harian, uang transport, uang representasi, dan uang penginapan. "Dikurangi biaya perjalanan pergi-pulang (PP) Kediri-Jogja dan biaya hotel, rata-rata masih sisa Rp 1 juta per orang," sebutnya. Sisa bisa didapat karena untuk transportasi dan hotel, mereka biasanya patungan. Dengan jatah tersebut, total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 118,8 juta. Sedangkan untuk pemateri, biayanya ditanggung oleh DRSP yang bekerja sama dengan USAID. Sayang, Sekretaris DPRD Kabupaten Kediri Sumartono belum bisa dkonfirmasi terkait biaya workshop tersebut. Beberapa kali dihubungi melalui ponselnya tidak diangkat.Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Murdi Hantoro mengatakan, workshop telah direncanakan sejak awal tahun. Kegiatan tersebut sangat penting untuk peningkatan kapasitas dewan. Terutama anggota baru. "Banyak anggota baru yang belum bisa membaca APBD dengan cepat. Ini sangat penting bagi anggota dewan," katanya.Karena itu, dia membantah jika disebut nglencer. Sebab, agenda kegiatan mereka selama tiga hari cukup padat. Dimulai pukul 13.00 kemarin dan berakhir pukul 13.00 besok. Setelah itu, mereka langsung kembali ke Kediri. Ketika ditanya tentang lokasi workshop di Jogjakarta, Hantoro mengatakan, hal itu bukan pilihan anggota dewan. Melainkan ditentukan oleh DRSP sebagai penyelenggara. "Kami tinggal ikut saja," kata mantan sekretaris